Untuk Semua Ibu

Hari ini, tepat di hari ini. Aku dan semua orang yang berhutang banyak padamu, ingin menyampaikan isi hati kami. Dengarkanlah…

Ibu…

Hari ini, entah sudah hari keberapa sejak pertama kali kau mempertaruhkan nyawa demi kami. Yakinlah, pengorbananmu tak akan pernah sia-sia. Engkau sendiri tak pernah merasa demikian.

Ibu…

1 tahun lebih, kami terus membuatmu lelah. Terjaga di kala malam. Kelelahan di kala siang. Namun, engkau tak pernah mengeluhkannya sampai saat ini. Tapi sekarang kami tahu, seperti apa pengorbanan yang terus menerus engkau lakukan. Kami sekarang tahu itu. Ya, kami sekarang tahu semua itu.

Ibu…

Tak pernah sekalipun engkau menunjukkan wajah lelah. Tak pernah kau berkeluh kesah. Senyum dan tawa dari kami sewaktu kecil jadi pemompa semangat, pelipur resah, dan penghapus lelahmu. Sejak pagi buta, tak pernah engkau lalai menjaga kami. Tak pernah engkau bosan menggendong kami dan berjalan kesana-kemari. Mengajak kami bercengkrama, mengajarkan kami berbagai hal. Hingga akhirnya malam tiba, engkau jadi orang yang terakhir terlelap dalam mimpi.

Ibu…

Engkau pernah marah saat kami berbuat salah. Tersenyum tulus saat kami bahagia. Tertawa riuh saat kami berbuat jenaka. Menyemangati kami di kala hilang asa.

Jangan berhenti seperti itu, ibu.

Terus marahi kami saat kami berbuat salah. Karena kami tahu, marahmu penuh kasih sayang.

Terus tersenyum saat kami membuatmu bangga. Karena senyum itu membuat kami ingin terus membuatmu bahagia.

Teruslah tertawa bersama kami. Karena tawamu menghapuskan kekhawatirkan kami.

Terus semangati kami. Karena dengan itu, kami akan terus melangkah.

Jangan berhenti seperti itu.

Ibu…

Kini, kami telah dewasa. Sekarang saatnya kami membalas semua kebaikanmu. Membalas dengan membuatmu bangga, bahagia dan tak pernah meneteskan air mata. Percayalah pada kami. Meski tak sebesar pengorbananmu, kami tetap akan berusaha.

Meski engkau tidak pernah meminta. Meski engkau tidak pernah mengungkit-mengungkit semua. Kami selalu mengingat semuanya.

Ibu…

Ini kami, anak-anakmu. Berikan kami kesempatan untuk berkata.

“Terima kasih atas semua pengorbanan engkau berikan”.

“Terima kasih atas semua waktu yang engkau berikan”.

“Terima kasih atas semua kesabaran tanpa batasmu.”

“Terima kasih ibu.”

Sumber gambar: berbagai hasil di google dengan kata kunci “ibu”

Tinggalkan Balasan