Tips Menghadapi UN dan US ala beta

Gomen…. Sedikit telat buat nulis nih postingan. Beta (kata gue udah gak beta gunain di sini, hehe) baru punya waktu luang buat nulis dan akhirnya posting nih artikel (biasa, orang sibuk, hihihi). Yang merasa garing sama kata-kata beta dipersilakan buat nimpukin batu…..

Postingan beta kali ini bakal ngebahas tips-tips khas dari beta seputar menghadapi US a.k.a Ujian (Akhir) Sekolah dan juga UN a.k.a Ujian Nasional. Wah, bagi yang masih berstatus pelajar mungkin dua kata barusan jadi momok tersendiri. Yah, kebanyakan menganggapnya sebagai karang bagi perjuangan selama 3 tahun (kurang) ke belakang. Apalagi kriteria kelulusan US sekarang dipengaruhi sama yang namanya SP (Satuan pendidikan). Tentunya beban para pelajar sekarang sedikit lebih berat meski status UN tak lagi absolut kayak dulu.

Sebenarnya, seberapa menakutkan kah UN dan US itu? Mungkin ada yang berpeluh dingin dengernya, sampai kebawa mimpi dan hal-hal lain yang mungkin lebih ekstrim. Benarkah demikian? (beta mulai banyak nanya). Pada dasarnya UN tak jauh berbeda dengan ujian-ujian yang sering kali kita hadapi di sekolah.  Yang membedakan mungkin cuma scope (cakupanO dari soal dan yang bikin tuh soal. Cakupan soalnya mungkin lebih luas karena berupa kumpulan pelajaran dari kelas 1 SMA (ato tepatnya kelas 10) sampai kelas 3 (12) dan bikin tuh soal adalah orang-orang dari pusat (Kementerian Pendidikan, red). US sendiri juga sama, yang bikin tetap guru mata pelajaran bersangkutan. Kelulusan US dipengaruhi perolehan nilai akhir tiap mata pelajaran.

Hal yang jadi masalah adalah kondisi mental (psikologis) kita sendiri kala menghadapi UN dan US tersebut. Kita cenderung terlalu memikirkan implikasi (akibat) negatif kegagalan dari UN dan US. Coba angkat tangan klo ada yang merasa begitu santai ketika mendengar kata UN dan US? Jarang kita menanggapi UN dan US secara biasa. Beta jadi teringat kasus angkatan di atas beta dulu, di mana ada siswa berprestasi justru gak lulus sekolah karena pada masa itu UN masih berkuasa secara absolut. Mungkin jadi sedikit bayangan buat siswa-siswa sekarang (meski sebenarnya gak perlu lagi bener-bener takut sama UN).

Lantas, apa kondisi pelajar saat ini benar-benar siap menghadapi dua ujian tersebut? Ahhh… sebenarnya beta berniat nanyain langsung sama-sama pelajar di beberapa sekolah (korespondensi secara langsung, red), tapi berhubung waktu terhalang pekerjaan, yah cuma bisa nebak-nebak, hihi. Beta yakin (meski gak seratus persen, hehe) kondisi psikologis para pelajar saat menghadapi UN dan US justru semakin gak jelas (labil, atau sebut aja galau).

Yah, gaaa… laaaaauuuu. Pada masa seperti ini banyak hal yang sering membuat tertekan para pelajar. Hal pertama sudah pasti target mesti lulus, hal kedua lulusnya mesti dengan nilai yang bagus biar bisa masuk kampus yang bagus pula, ketiga rasa malu klo gak lulus dan keempat “tekanan” dari sekolah agar siswanya lulus 100%. Gimana para pelajar gak tegang dan galau dengan beragam tekanan seperti itu. Dari pada nyalah-nyalahin sesuatu, beta bakal nyoba ngasi sedikit tips buat kalian yang masih berstatus para pelajar yang bakal dan sedang mengahadapi US dan UN. (Beberapa tips beta mungkin membantu, beberapa agak nyeleneh dan sisanya mungkin kontroversial, hihi).

Sebisa mungkin, ciptakan ketenangan dalam diri kalian.

Kunci utama menghadapi UN dan US menurut beta adalah keadaan psikologis yang stabil. Cara paling mudah menstabilkan keadaan psikologis adalah dengan menanamkan sikap positif dan percaya diri. Semakin kuat sikap positif dan kepercayaan diri yang tertanam pada diri kita, maka semakin ringan beban pikiran yang kita miliki. Pertanyaan lanjutan yang muncul adalah gimana caranya munculin sikap positif dan percaya diri? Hhmm… tips beta sih simpel, masih ingat cara yang dipakai di anime saat salah satu tokohnya mau tampil di depan umum? Caranya “anggap semua pendengar dan orang yang ada di depan kita sebagai buah semangka, sayur wortel atau tumbuhan lainnya. Nah, kalo kita aplikasikan hal tersebut dalam menghadapi UN dan US, anggap aja semua soal yang kita hadapi layaknya puzzle yang sering kita mainin waktu kecil, atau hal lainnya. Intinya, anggap aja semua soal yang dikeluarkan tak ada betanya dengan latihan harian ataupun PR yang sering kali kita hadapi.

Coba-coba diingat-ingat pelajaran yang sering diulang-ulang guru sama yang paling banyak gagal saat ulangan.

Kebanyakan guru dalam mengajar seringkali menekan point-point tertentu. Kenapa demikian??? Yah, mungkin aja mereka sudah mengerti bagaimana pola soal-soal yang seringkali keluar saat UN, untuk US, ya karena mereka sendiri yang bikin soalnya. Jika kalian perhatikan, beberapa kali mungkin guru kalian akan memberikan satu soal atau pokok masalah secara berulang-berulang (meski dengan tampilan soal yang berbeda tentunya).

Banyak nanya menjelang UN dan US itu terkadang baik

Waktu-waktu menjelang UN dan US adalah “periode emas” untuk bertanya mengenai pelajaran-pelajaran yang telah lewat. Karena pada masa itu, guru-guru punya target sendiri, yaitu membuat anak didiknya lulus mata pelajaran bersangkutan. Kalian akan diberikan jawaban yang mendetail saat bertanya dibandingkan waktu belajar biasa. Jika kalian benar-benar tak paham sekalipun, para guru akan tetap berusaha membuat kalian paham. Wah, bener-bener periode emas.

Ingat berdoa dan minta restu orang tua

Kunci biar waktu UN dan US lancar. Banyak-banyak berdoa, karena pada dasarnya ilmu yang kita miliki adalah milik-Nya. Kita tak punya kemampuan tanpa adanya petolongan dari-Nya. Waktu mau berangkat ke sekolah juga ingat-ingat pamitan, minta doa sama ortu.

Jangan keseringan begadang, meski buat belajar

Ini nih yang seringkali jadi masalah buat pelajar dalam menghadapi ujian, bela-belain begadang buat belajar. Bukannya tambah pinter yang ada tambah puyeng. Pas waktunya tempur kita malah kelelahan, baik lelah badan juga lelah pikiran. Setiap orang itu memiliki batas kemampuan masing-masing dalam mencerna ilmu. Bagus memang klo dapat memaksimalkan kemampuan itu sampai batas maksimalnya. Tapi, klo melebihi batas maksimalnya malah bikin kacau. Badan lelah otak juga lelah, akibatnya jadi kurang bisa berkonsentrasi secara maksimal saat menghadapi soal, dan paling sering sih, ngantuk.

Banyak main game???

Hahahaha, kalu ini sih kebiasaan beta klo menghadapi setiap ulangan, midtest, final test dan test-test lainnya. Yang belum berpengalaman gak usah ngikutin dah(jangan  ditiru, hanya untuk profesional). Bagi beta, main game adalah cara terbaik buat bikin rileks pikiran beta. Gak peduli gimana genre game yang beta mainin, yang penting rame. Bagi beta keadaan psikologis yang tenang dan rileks adalah senjata utama buat ngadepin ujian. Rileks = lebih tenang dalam mikir.

*Foto utama oleh: Rory MacLeod – CC BY

Tinggalkan Balasan