Pilihan dan Risiko

Jangan nanya kenapa kali ini gue nulis hal macam ni, gue sendiri gak tau, cuma niat aja nulis dengan tema ini (yah, untuk pertama kalinya nulis yang rada serius). Kata risiko (klo kebanyakan mah nulisnya resiko, padahal di KBBI tu yang bener risiko) udah bergentayangan di kepal beta sejak ribuan hari yang lalu, haha. Sebenarnya bukan cuma gue yang ngehadapinya, gue yakin 99% orang lain juga sering.

Yang namanya hidup (hidup manusia tentunya) pasti sering dibayang-bayangi segudang masalah yang pada akhirnya memunculkan sebuah kata “pilihan”. Pilihan sering kali muncul sebagai kumpulan cara untuk mengatasi semua permasalahan yang dihadapi. Hampir tidak ada sebuah masalah yang diselesaikan tanpa melewati fase pilihan terlebih dahulu. Pilihan bisa diibaratkan persimpangan jalan, yang bikin bingung klo kita sendiri gak tau arah yang mau dituju.

Meski cuma satu solusi yang akhirnya ditemukan, bukan berarti tak tercipta sebuah pilihan. Masih ada opsi lain yang mungkin saja dipilih secara tak sadar, yaitu diam tanpa melakukan solusi tersebut. Hhmmmm…. ternyata berat juga klo dah berurusan sama yang namanya pilihan ntuh. Cara paling bagus ya mungkin berpikir jernih, berpikir lebih kedepan atas semua pilihan yang ada supaya nantinya gak ada kata “menyiksa diri”.

Di akhir pilihan nanti ada yang namany risiko. Yah, namanya juga berlaku hukum sebab akibat. Apapun pilihan kita, sudah pasti sebuah risiko sudah menghadang di belakangnya. Risiko di sini mungkin bisa dibilang terbagi menjadi dua risiko yang dapat diterima (hasil yang baik) ataupun risiko yang menimbulkan permasalahan lain. Apapun pilihan kita, yang harus diingat adalah kita harus siap menanggung risiko yang ada. Jangan pernah menyalahkan kata “siap” jika pada akhirnya kita tak sanggup menanggung risiko yang ada. Karena, pada dasarnya kita dituntut harus selalu siap untuk menghadapi banyak hal dalam menjalani kehidupan ini (terutama siap secara mental). Kita akan selalu tidak siap jika tak ada sedikitpun kemauan dan usaha dari diri kita sendiri untuk menjadi siap.

Mungkin tulisan gue kali ini terkesan serius, atau mungkin rada aneh. Ya seperti inilah yang ada di benak beta. Di dalam blog ini kan kebanyakan isi kepala beta yang gak beraturan dan nyeleneh.

Mungkin yang ngebaca tulisan ini bakalan bertanya, tumben pemilik nih blog nulis macam gini. Gue cuma jawab “gue nulis berdasarkan pengalaman, baik apa yang gue alami sendiri, gue denger, gue lihat atau apapun. Itu saja, titik, gak ada penjelasan tambahan”. Gue cuma ingin sedikit sharing sama orang yang baca tulisan ini, sekalian ngasih dorongan lah. Jangan pernah bingung atau takut ngambil sebuah pilihan, jangan setengah-setengah klo gak mau nyiksa diri sendiri. Jangan selalu bilang gak siap, lo harus belajar buat siap menghadapi semuanya, karena lo berada di sebuah lingkungan yang kompleks. Dan lo harus selalu bisa berpikir positif untuk menghadapi risiko dari setiap pilihan yang ada. Ingat, Allah selalu ada di dekat kita. Ia tak akan memberi ujian yang melebihi kemampuan hambanya. Selalu berdoa, berpikir positif dan jangan kebanyakan plin-plan.

One Comment

Tinggalkan Balasan