Perbedaan antara kita dan balita

Jujur, sebenarnya beta suka sama anak kecil ato balita . Tetapi terkadang, beta juga rada iri dan gemes klo ngeliat ada balita. Entah kenapa (ato emang keadaan sebenarnya) kita memiliki banyak “kekalahan telak” terhadap balita. Orang-orang terkesan diskriminatif terhadap kita jika disbanding-bandingkan dengan balita.

Berikut sejumlah fakta kekurangan kita terhadap balita :

Saat punya peliharaan

Saat seorang balita lagi ngajak ngomong kucing ato binatang peliharaan lainnya, coba lo semua perhatiin apa reaksi orang-orang sekitar. “Ih.. Bayu (cuman nama samaran sang balita, klo nama lo sama, maka ini hanya fiktif belaka!) lucu…. Kucingnya bicara apa sayang,” kata sang ibu ato orang lain dengan senyum tulus.

Nah, coba bandingkan saat kita (atau mungkin cuma beta) yang melakukan adegan di atas.

Beta : (belai-belai bulu kucing sambil sesekali bersin), “Antonio (nama kucing, red) bulunya kotor, entar siang kita mandi bareng ya?”

Nyokap : (Narik-narik bokap) “Pak, pak, coba lihat kelakuannya Alex (anggap aja nama beta). Kok ngajak-ngajak ngomong kucing?”

Bokap : (Ngelus-ngelus dagu) “Yang sabar, bu. Anak kita mungkin Cuma sedikit stress, pusing gak nemu-nemu pasangan. Mudah-mudahan cepat nemu, biar gak begini lagi.” (Bokap pasang muka prihatin).

Nyokap : (Pasang wajah serius) “Bisa gawat, pak. Klo gak ketemu-ketemu gimana, salah-salah anak kita makin stress. Aduh…,” (geleng-geleng kepala).

Bokap : “Tenang, bu. Bapak sudah punya solusinya, bapak punya kenalan dokter jiwa kok.”

Beta : (Pasang raut muka gak beraturan, Cuma bias narik napas panjang).

Coba lo semua bayangin, bagaimana seandainya percakapan tak berkualitas tersebut terjadi di hadapan kita. Heuh.

Cara berpakaian

Lo semua pasti pernah liat balita yang nyoba masang baju ato sandal sendiri, meski pada akhirnya gak bisa. Namun, berhubung tuntutan untuk membuat sang balita terus semangat nyoba dan mendapatkan penghargaan, kita pada akhirnya tetap memberikan pujian terhadap upaya sang balita barusan.

Sekarang, coba kita praktekin apa yang barusan dilakukan sang balita, pake baju kebalik ato pake sandal yang beda kiri ma kanan. Reaksi apa yang akan kita terima?.

Klo lagi ngomong

Hal lain yang sering bikin kita gemas sama balita adalah cara bicara mereka yang terdengar lucu. Dengan suara yang kecil, pengucapan yang kurang sempurna, dan nada bicara yang mengayun-ayun.

Seandainya cara ngomong seperti itu dipakai orang yang lebih tua seperti kita, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi. Coba bayangin jika kita bicara begini saat kelas bahasa Indonesia, “Bapak, Bapak, cugasnya dikumpulin cekarang ya? Beta beyum selesai.” Bisa dipastikan nantinya di raport kita pada bagian bahasa Indonesia akan tertulis catatan guru seperti ini. “Jujur, saya jadi ragu kalau kamu sudah lulus TK, apa jangan-jangan ijazah TKnya dipalsukan?”

Saat di rumah

Klo balita lagi lari-larian di dalam rumah, ortunya pasti bilang begini. “Sayang, jangan lari-lari begitu, nanti jatuh lo.” Nah, kalo kita yang lagi lari-larian di rumah , ortu bilang begini (malah dengan teriak), “Aduh Beta……! Keluar sana, keluar. Jangan bikin ribut!”

Saat kumpul-kumpul keluarga

Saat semua keluarga pada ngumpul, entah saat lebaran ato kapan pun itu, balita bisa jadi hal paling ngebanggain. Berdasarkan pengalaman, ortu jadi saring pamer mengenai perkembangan balitanya. Ortu mungkin bisa bilang begini sama keluarga, “Sekarang Bayu (lagi-lagi nama balita, sebenarnya beta tak memiliki dendam sama orang yang namanya Bayu, cuma kebetulan nama ini yang mudah diingat) sudah bisa mandi sendiri lo, Bayu juga sudah bisa makan sendiri, pup sendiri” ato hal-hal lainnya yang sebenarnya kurang cocok dibanggain.

Hal berbeda terjadi jika kita yang berada dalam situasi tersebut. Ortu lebih milih cuek terhadap kita dan ngajak bicara keluarga hal-hal lainnya yang kemungkinan menarik. Soalnya gak mungkin ortu bilang begini sama keluarga, “sekarang Beta sudah bisa pup sendiri lo”. Klo kata-kata tersebut sampai terucap, bukan cuma ortu yang malu, kita sendirilah yang paling malu.

Pas bangun tidur

Klo bangunin balita, ortu milih hati-hati, bahkan terkadang ngebiarin balita terus tidur karena bagus buat perkembangannya. Sebaliknya, klo mau ngebangunin kita, ortu bisa saja memakai cara terekstrim sekalipun. Seperti jejerin subwoofer sama speaker di samping telinga kita dan muter music rock kencang-kencang. Karena menurut mereka, kebanyakan tidur bisa mempercepat pertumbuhan perut.

Saat ketemu cewek cakep

Pas lagi jalan-jalan, ternyata ketemu ma cewek cakep. Klo balita yang imut biasanya bakal jadi korban cubitan karena gemes. Ato, mungkin juga sang balita pake adegan lari-lari trus nabrak tuh cewek, tuh balita gak bakal kena marah, tapi tetap aja dipegang-pegang ato dipuji-puji karena lucu. Klo kita yang ngelakuin adegan di atas, ada 3 hal yang sebaiknya dipersiapkan, pertama muka, karena kemungkinan besar bakal kena gampar, kedua perban, karena setelah kena gambar mungkin ada luka dikit dan terakhir perlu siapin kaki buat lari, siapa tau tuh cewek bawa bodyguard, jadi bisa menghindar dari kondisi terburuk.

Foto utama oleh: peasapCC BY

Tinggalkan Balasan