Mau menjalankan usaha, kadang bingung masalah penanaman modal

Beberapa waktu kebelakang, salah seorang teman beta lagi gencar-gencarnya promo program universitas tempatnya bekerja. Program kuliah singkat yang berfokus pada pembentukan dan pengembangan bisnis online atau yang lebih dikenal dengan sebutan startup. Iya, startup.

Ughh, jadi ngiler pengen ikutan dah.

Dari zaman masih sekolah SMA dulu sih udah sering kepikiran bikin usaha sendiri jika udah lulus. Tapi, ya namanya juga niat tanpa rencana matang, gak jalan-jalan tuh rencana. Padahal ya, bejibun ide usaha yang nyangkut dalam kepala. Mulai dari toko komputer, clothing sama studio desain. Ya elah kebanyakan ide malah jadi gak jalan-jalan semua.

Sekarang, masih banyak ide kok buat buka usaha lagi. Apalagi sekarang udah zaman digital. Usaha apa aja udah bisa dibikin online biar cakupan pasarnya lebih luas dan lebih mudah dijangkau sama konsumen. Tapi, lagi-lagi mangkrak tanpa ada progres lebih lanjut.

Dari sederet kegagalan menjalankan usaha tersebut, satu masalah yang emang terus-terusan muncul, soal permodalan. Kalo dulu sih punya modal buat jalanin usaha, tapi ya namanya masih mental anak lulusan SMA kelas teri, uangnya malah kepakai sama keperluan lain.

Masalah permodalan ini bukan cuma beta sih yang mengalami. Secara nasional, banyak juga usaha-usaha yang gagal jalan atau gagal berkembang gara-gara permodalan. Bukan cuma usaha kecil, usaha menengah dan berkembang pun juga mengalami masalah serupa. Yah namanya juga buat penggerak jalannya bisnis, kalau seret ujung-ujungnya tambah merangkak tuh usaha.

penanaman modal

Padahal yah, diluar sana banyak bertebaran para investor yang siap melakukan penanaman modal. Baik dalam skala kecil ataupun besar, investor lokal dan juga luar negeri. Masalah yang mungkin dihadapi para calon investor (khususnya investor dari luar negeri) adalah “keamanan” dalam berinvestasi. Kadang mereka ragu dalam berinvestasi karena tidak adanya semacam “penjamin” dan pemberi “saran” yang tepat. Ini masalah banget, masa gak dapat investor cuma gara-gara gak ada yang mengatur masalah penanaman modal. Risikonya, investor jadi males dan juga gak “berminat”.

Tapi untungnya tiap negara memiliki badan pengkoordinasi penanaman modalnya masing-masing. Para investor tidak perlu merasa tidak aman dalam melakukan investasi. Semuanya sudah diatur dan diawasi dalam peraturan dan perundang-undangan tiap negara. Para investor tinggal menghubungi badan koordinasi penanaman modal ini jika memang berminat menyalurkan dananya.

Syukur dah. Jadi yang sekarang sedang berpikir untuk menjalankan usaha, targetnya jangan tanggung-tanggung. Mimpi dikit usahanya jadi berskala nasional gak apa-apa juga kali, siapa tau kebeneran jadi nyata. Tuh para investor sudah pada nunggu buat nyuntikin dananya entar.

Yuk mulai berbisnis.

Tinggalkan Balasan