Karena kita terus melangkah maju, bukan mundur

Pisang goreng , untuk-untuk dan teh kurang gula, sarapan tak tergantikan sejak beta sudah mulai mengenyam bangku pendidikan. Tak ada yang berubah diantara tiga serangkai menu andalan ini, selain rasanya yang mungkin tak lagi sama persis seperti dulu dan harganya yang naik 20 kali lipat. Mungkin karena penjualnya yang sudah berganti. Karena pergantian posisi tak hanya terjadi pada organisasi, penjual pisang goreng pun juga demikian, dari orang tua menurun pada anaknya.

Perubahan lebih terasa terjadi pada lingkungan sekitar. Sudah tak terhitung berapa banyak tetangga masa kecil yang pindah rumah dan rumah peninggalannya sekarang berganti ruko-ruko yang penuh hiruk pikuk. Toko kelontong kecil berjarak 5 buah rumah tempat beta dulu sering membeli permen warna-warni sekarang sudah tumbuh layaknya manusia, semakin besar. Jika dulu beta harus teriak memanggil sambil menyebut barang yang ingin dibeli, sekarang tinggal pilih sendiri dan jangan sampai lupa bayar sebelum dipanggil kasir dan berurusan dengan pihak berwajib.

Ya, ini tentang perubahan, tentang pergerakan. Tentang manusia yang terus melangkah ke depan dan ikut menyeret lingkungan sekitarnya. Cukuplah perubahan lingkungan sekitar jadi sampel kecil perubahan skala besar negeri ini.

Perubahan tak hanya dari segi fisik. Pola interaksi komunikasi ataupun bisnis pun sekarang berubah banyak. Jika awalnya menelpon harus jalan kaki mencari wartel (warung telekomunikasi) yang mungkin anak-anak jaman sekarang tidak tahu. Sekarang, begitu mudahnya kita menghubungi kerabat dengan beragam bentuk panggilan, entah itu suara ataupun video.

Dalam perekonomian, semua semakin mudah. Pernah sekali tetangga dengan begitu hebohnya bercerita tentang barang yang dibelinya dari Arab Saudi saat menunaikan ibadah haji. Sekarang, tinggal buka smartphone, kita bisa membeli beragam barang dari yang terdekat sampai ke negara yang belum pernah kita kunjungi sekalipun.

Perubahan-perubahan di sekitar kita ini menjadi tanda bahwa negara kita terus bergerak. Politik negara yang terbuka dengan dunia global, mebuat kita selaku warga negara ikut menikmati beragam keuntungannya. Pendidikan, perekonomian dan informasi dapat diakses dengan mudah tanpa batasan wilayah. Jika saja negara ini tertutup pada dunia luar, semua tak akan pernah ada.

Hari ini, kebetulan beta mendapat kesempatan untuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang pergerakan negara ini. Acara yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik. Acara yang juga sekaligus menjadi ajang temu blogger di Banjarmasin.

Melalui video-video singkat yang diputar dalam acara ini, terdapat beberapa gambaran seperti apa pergerakan yang sedang dijalankan pemerintah. Beragam program yang mungkin selama ini belum pernah kita dengar ditampilkan. Mulai dari pemerataan keadilan untuk setiap daerah sampai pembangunan-pembangunan infrastruktur penunjangnya.

Satu video yang menyita perhatian beta adalah tentang masuknya listrik di salah satu desa terluar yang juga menjadi perbatasan Indonesia di Papua, Desa Ampas. Nama desa ini bahkan baru saja beta dengar di acara ini. Desa yang telah gelap gulita di tengah hutan selama berpuluh-puluh tahun. Dalam video, tampak warga desa begitu senang dengan kehadiran pasokan listrik yang akhirnya menjangkau desa mereka. Desa yang dulunya cuma diterangi pelita (lampu minyak), itupun jika mereka memiliki bahan bakarnya.

Melalui video-video yang diputar, semakin terlihat negara ini terus bergerak. Bergerak sama rata dengan cara memprioritas pembangunan daerah-daerah yang terpencil dan terluar. Terus bergerak maju untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan pada rakyatnya. Karena pada dasarnya kita terus melangkah maju, maka negeri ini pun akan terus bergerak maju.

Tinggalkan Balasan