Jika Beta Menjadi : Kecoa

Euuggh..

Akhir-akhir ini otak beta rada sering mampet. Bisa bayangin sendirikan gimana rasanya otak mampet? Gak bisa? Coba analogikan aja macam gini. Bayangin aja kayak hidung yang lagi mampet, pasti susah buat napas kan? Atau gak, bayangin aja gimana bokong yang lagi mampet. Pasti susah buat kentut kan? Susah kentut berhari-hari, hingga akhirnya opname dengan keluhan yang tertera di ujung tempat tidur “Gak bisa kentut selama dua minggu”. Gimana? Mengenaskan bukan? Coba analogikan aja contoh yang baru beta kasih sama kasus otak mampet. Mudahan kalian dapat pencerahan.

Cukup bahas masalah kentutnya..

Gini, akhir-akhir ini mungkin banyak kerjaan yang numpuk. Berhubung lagi musim pemilu, tau lah gimana bidang pekerjaan beta, *hihihi.

Kerjaan yang pada numpuk ini berakibat fatal sama otak beta yang pada dasarnya mungkin mendekati kata aus belum pada waktunya. Beta sedikit stress bro n sis….

Otak beta kadang jadi korslet sendiri. Sampai gak bisa bedain yang mana obat kumur dan yang mana pembersih porselen. Ini sudah masuk stadium parah. Otak beta mesti secepatnya diselamatkan. Sebelum akhirnya nanti dokter bilang sama beta.

“Maaf, kami sudah berusah sekuat mungkin. Tapi otak anda tidak bisa diselamatkan. Tapi dia pergi dengan senyuman” #AdeganMacamDiSinetron #Dramatisasi

Cukup, beta mulai kacau lagi..

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Beta akhirnya mencoba meluangkan sedikit waktu untuk menyegarkan kembali otak beta. Salah satunya dengan cara melakukan olahraga otak.

*What is olahraga otak??

Menurut beta, olahraga otak itu adalah kegiatan dimana kita menggerakkan (atau kata lain yang lebih tepat) otak kita untuk melakukan sesuatu (gak enak nulis “mengerjakan”, soalnya belum pernah liat otak kerja), seperti mengindera, berimajinasi dan hal-hal lain yang bisa dilakuin otak. Tidak termasuk jungkir balik, salto, sit-up dan angkat barbel.

Olahraga otak yang menurut beta paling cocok untuk otak beta tercinta adalah menulis. Sebelumnya pernah milih olahraga berimajinasi. Hasilnya, otak beta tambah eror. Karena otak beta berimajinasi terlalu gila. Seperti, berimajinasi kenapa rambut beta gak beraturan, beda sama saudara yang lain. Berimajinasi seperti apa para kuli bangunan waktu bikin gedung putih. Dan berimajinasi gimana bentuk pipisnya amoeba.

Cukup, otak beta mulai berasap….

Menulis kayaknya yang paling cocok dengan otak beta. berhubung udah lama juga gak bikin postingan di blog. *Hihihihihi

Berhubung otak beta lagi eror, makanya tema yang beta tulis juga sedikit eror. Tiba-tiba aja kepikir buat bikin postingan regular dengan judul mirip acara di tipi. Gak usah sebut merek kayaknya nih. Beta gak ingin terlibat hal-hal merepotkan. *hahaha..

Objek-objek yang bakal beta pilih dalam penulisan postingan “Jika Beta Menjadi” entar berupa benda-benda mati yang ada di sekitar kita atau juga hewan-hewan hidup yang berkeliaran di sekitar kita.

Dan akhirnya, dipostingan pertama ini beta milih kecoa sebagai objek.

*Kenapa mesti kecoa??

Karena kecoa baru saja nongol dan melintas di depan beta. (Sebelum akhirnya mesti berakhir gepeng). Kecoa, atau bisa disebut dengan kurma berjalan oleh teman kerja beta.

*Kurma terbang??

Coba aja letakin kecoa (sebelumnya dibius dulu pake sapu tangan ma obat bius biar gak kabur) sama kurma di atas lantai. Usahakan lantainya putih biar jelas. Terus mundur sambil muter balet (kayaknya mundur biasa aja dah). Kalau udah jalan mundur, coba liatin lagi dah. Coba bedakan yang mana kurma dan yang mana kecoa. Beta gak jelek-jelekin kurma lo ya. Gini-gini beta suka ma kurma. Apa lagi kalau bulan ramadhan. Beta rela berbuka cuma makan kurma.

Kembali bahas soal jadi kecoa…

Beta mau tanya, siapa yang takut atau mungkin langsung loncat pas liat kecoa. Waduh….. kita saudara, beta juga takut, hahaha.

Tunggu, kenapa mesti takut sama kecoa. Kecoa kan binatang kecil yang imut-imut (entah diliat dari sudut mana). Kecoa kalau dibandingin sama jempol kaki kalian juga masih besaran jempol kaki. Jadi apa yang menakutkan dari kecoa. Beta belum pernah baca berita di Koran atau liat berita di tipi kalau ada manusia yang dimakan sama kecoa.

Kecoa itu binatang yang tertindas. Gimana kagak. Tiap kali ketemu manusia, pasti bakal berakhir jadi gepeng. Yah, jadi gepeng. Gara-gara dipukul pake pemukul serangga, pake kayu atau mungkin pake pintu sekalian. *Yang terakhir mungkin dilakukan sama Hulk.

Okeh, beta penasaran seperti apa kehidupan seorang (entah apa pantas dibilang seorang) kecoa.

#Daboooommm…

#Jreenng..

*Keluar asap, terus jadi kecoa.

Hmmm, gini to rasanya jadi kecoa. Tapi bentar, ini tangan yang mana kaki yang mana?? Help.. help…

#Plak

Beta bisa nguasain diri.

Jadi kecoa itu ternyata enak. Bisa nyempil di mana-mana. Jadi bisa sembunyi dengan mudah kalau ada yang lagi nyari-nyari… hihihi

Jadi kecoa juga anti gravitasi. Bisa jalan dimana aja. Jadi bingung bedain yang mana dinding yang mana lantai. Help… help….

#Plak!!

Oke, sekarang waktunya nyari manusia. Jadi pengen tau reaksinya kalau ketemu beta. Nah, kebetulan ada si E tuh.

*Nyamperin

Pengennya sih nyapa. Tapi beta bingung gimana caranya translasi bahasa kecoa jadi bahasa manusia. Kalau ada komputer jadi pengen buka google translate bentar, hahaha.

Belum juga nyapa Si E, ternyata beta dapat reaksi yang ekstrim. Si E udah pegang sapu. Hedeh, hedeh, beta udah mau dijadikan kecoa gepeng berikutnya. Help… help….

#Plak!!! (kali ini suara sapu gepengin beta)

#Daboomm….

*Balik lagi jadi manusia (tetap dalam kondisi terkapar)

Berdasarkan pengalaman singkat jadi kecoa, beta mendapatkan gambaran visi beta jika terpilih sebagai presiden kecoa kelak.

Pertama, kecoa harus merdeka dari aksi penggepengan. Karena kami juga berhak hidup, dan tentunya, kemerdekaan itu hak segala bangsa. Termasuk bangsa kecoa.

Kedua, para kecoa harus bisa menerbitkan buku kamus kecoa-manusia dan juga sebaliknya. Agar nantinya, korban penggepengan akibat keinjek bisa terminimalisir. Sebelum keinjek, kecoa bisa teriak biar si manusia sadar. Atau mungkin memarahi anak-anak yang hampir menginjak kecoa lansia.

Ketiga, sebaiknya kecoa memakai sepatu di kaki. Biar beta bisa bedain yang mana kaki yang mana tangan.

2 Comments

Tinggalkan Balasan