Jatuh Cinta karena Benci Itu Unik dan Sangat Mengesankan, Percaya?

Benar yang dikata jika benci dan cinta itu beda tipis loh. Orang yang pada awalnya membenci sesorang dan selalu mencari ribut jika bertemu bisa berubah saling suka. Memang tidak semua orang bisa mengalami fase benci menjadi cinta sih dan banyak juga yang tidak percaya akan jatuh cinta karena benci ini. Perasaan yang ada pada pasangan yang satu ini yang bermula dari benci memang berbeda dengan mereka yang melalui proses pedekate.

Inilah yang terjadi ketika jatuh cinta karena benci jadi pemicunya

1. Kenal luar dalam

kenal luar dalam

Kenal dia luar dalam via pixabay.com

Ketika dua manusia membenci satu sama lain, mereka akan cenderung saling menjatuhkan satu sama lain. Nah, untuk menjatuhkan orang yang benci pastinya harus tahu kekurangannya kan, ya? Otomatis kamu dan siapapun yang sedang membenci akan menjadi stalker dadakan untuk merobohkan kubu lawan. Setiap gerak gerik dan kekurangan yang ada mesti dihafal sampai di luar kepala sebagai senjata andalan untuk melawan musuh, perang nih ceritanya? Artinya nih, kamu bakal ingat setiap kebiasaan buruk dan baik yang dimiliki lawan kamu. Semua kekurangannya bukan urusan kamu. Bekal dari hubungan “terima pasanganmu apa adanya” sudah dikantongi oleh mereka yang awalnya membenci, plus sesi pedekate sudah khatam loh.

2. Satu kebaikan meluluhkan sejuta keburukan

satu kebaikan

Cukup satu kebaikan via pixabay.com

Tentunya orang yang membenci satu sama lain akan lebih sering ketemu, berasa nih dunia kecil banget. Sedikit-sedikit ketemu. Jalan dikit ketemu, heleh. Dengan kata lain, kamu bakal melihat setiap sisi dirinya, salah satunya kebaikan dan sisi dewasa yang sebelumnya gak dapat dibayangin bakal dia miliki. Ujung-ujungnya, tanpa kamu sadari hal tersebut mampu meluluh-lantakkan rasa benci kamu, karena rasa simpati yang ada. Ini nih tanda cinta sudah mulai nongol di hati. Ceileee eneng sama abang udah mulai lope lope.

3. Malu tapi mau

Malu-malu yah

Cie malu-malu via pixabay.com

Sehari aja tidak ketemu dengan musuh atau orang yang dibenci atau sedang dalam masa gencatan senjata satu pihak, rasanya harimu ada yang kurang. Karena kamu gak bisa melakukan kebiasaan kamu saar bertemu dengan musuh seperti saling buka aib. Ingat witing tresno jalaran soko kulino, jatuh cinta berawal dari kebiasaan. Kamu merasa tidak nyaman kalau tidak bertemu dengan musuhmu, okelah sehari tapi kalau dua hari cukup yakin deh kamu bakalan resah menanyakaan keberadaanya. “Eh, mana tuh orang”, celetuk dalam hati. Jika malam datang galau yang bersarang, dibilang kangen kamu malah menolak dan bilang bukan tipe kamu. Terus kamu juga bilang dia berbeda banget lah sama kamu. Bukannya kalau pasangan itu seharusnya memang untuk saling melengkapi kan, yah? Makanya banyak pasangan yang larinya sama orang yang bisa melengkapi dan menerima apa adanya keadaan dirinya.

4. Cemburu buta tanda cinta

jangan asal cemburu

cemburu itu.. via pixabay.com

Malam sebelumnya sih bilangnya gak cinta dan gak kangen, eh paginya ketemu si musuh tebar senyum manis sambil tertawa cekikikan bahagia dengan orang lain, malah membuat kamu jadi darah tinggi tuh. Dibilang, “lagi cemburu yah?”, jawabnya “enggak kok, siapa yang cemburu? Ngapain?” tapi matanya terus-terusan lirik mereka berdua. Kalo aja punya kekuatan seperti cyclops-nya x-men, uda fix saat itu kamu pasti membantai banyak orang dengan tatapan cemburu itu. Sampai sini belom mengaku? Sepertinya kamu perlu bertanya pada rumput yang bergoyang di halaman tetangga kamu deh.

Itulah beberapa hal yang terjadi ketika seseorang membenci orang lain hingga tahu luar dalam seesorang, dari kepribadian hingga perilaku. Bukan berarti ini patut dihindari loh, tapi menikmati dan menerima cinta yang datang akan menghadirkan rasa nano-nano dalam hidup lewat rasa benci sebagai pintunya. Jadi berhati-hati benci karena jatuh cinta karena benci pada seseorang sangat mungkin terjadi.

Tinggalkan Balasan