Impian beta : keluarga indah

Apa impianmu??

Pertanyaan macam itu pasti sudah pernah (bahkan sering) kalian temui. Yang nanya bisa siapa saja, guru, temen, tetangga, keluarga dan yang paling sering ortu kalian sendiri.

Pegimane (nemu kata dari mana ya beta) sih rasanya klo di tanyai gitu sama ortu?

Hhmmm… berjuta reaksi mungkin terjadi, ada yang dengan senang hati bilang. Ada yang ragu-ragu. Ada juga yang gak mau bilang sama sekali, hihihi.

Klo beta sendiri, dulunya gak bisa jawab apa-apa klo diberi pertanyaan macam ini. Beta lebih memilih kata “liat aja nanti” karena bagi beta, setiap memilih sebuah tujuan kita harus memikirkan keadaan terlebih dahulu.

Klo sekarang?? Beta sudah memiliki impian, impian yang mungkin menurut orang lain terbilang kecil, tetapi sesungguhnya begitu luar biasa. Semoga Allah memudahkan jalannya. Impian beta saat ini adalah memiki keluarga yang indah.

Cuma itu? Eits, jangan bilang cuma itu, impian beta ini memiliki kompleksitas yang luar biasa. Gak percaya, coba bayangin sendiri, sebagai kepala keluarga (imam) beta mesti bisa membimbing isteri dan anak beta kelak. Impian kompleks yang mulia kan?? Hihi.

Beta jelaskan dulu apa definisi keluarga indah yang beta maksud. Keluarga indah ini menurut beta adalah keluarga yang di dalamnya terjalin hubungan yang saling mendukung, mendorong dan mampu meningkatkan kualitas kita di hadapan Allah SWT, kualitas iman dan takwa tentunya.

Jalinan keluarga terangkai melalui benang-benang cinta yang alangkah indahnya jika didasari rasa cinta karena Allah. Untuk mewujudkannya tentu kita mesti harus mengerti seperti apa bentuk cinta atas dasar kecintaan kepada Allah itu.

Sebagai seorang laki-laki, yang nantinya akan menjadi imam dalam kelurga, beta sudah seharusnya memahami hal itu. Jujur, memang baru kali ini beta dapat berusaha lebih keras, jauh lebih baik dibanding masa-masa dulu.

Sebagai seorang calon imam dalam keluarga, beta dan semua pembaca yang merasa LAKI, kita memikul beban yang luar biasa indah. Beban yang akan terasa menjadi sebuah nikmat jika nantinya kita mampu membina keluarga yang indah.

Seorang imam dalam keluarga tak hanya bertugas memenuhi kebutuhan fisik. Kita juga bisa memenuhi kebutuhan moril. Kita diharapkan mampu memberikan bimbingan, contoh, dan juga arahan bagi keluarga kita nantinya.

Beta berharap nantinya, bisa membimbing anak-anak beta menjadi jauh lebih baik daripada beta sendiri. Mungkin selama ini beta masih belum sepenuhnya paham bagaimana rasa kasih sayang orang tua, tetapi beta akan berusaha yang terbaik untuk anak-anak beta kelak.

Beta mungkin terkadang akan melakukan kesalahan, karena beta juga manusia. Di saat inilah gambaran konsep keluarga indah yang beta harapkan dapat berjalan. Anggota keluarga lain, isteri dan anak-anak dapat mengingatkan beta.

Gambaran paling sempurna tentang keluarga indah yang beta harapkan adalah keluarga Rasulullah SAW. Bagaimana beliau menghidupi, membahagiakan dan  menjaga senyum isterinya. Semoga beta mampu mengikuti teladan beliau. Amin…

Yah, saatnya untuk berjuang. Jalan mungkin masih panjang. Tetapi, kali ini beta gak pengen apa yang jadi impian beta sekarang kandas karena kesalahan beta sendiri. Semoga Allah membukakan jalan. Amin.

2 Comments

Tinggalkan Balasan