Hayo.. saatnya belajar bikin problem solving, jangan terlalu banyak problem talking

Haha, yang merasa pernah ngeluarin nih kata-kata mohon izin make yo. Mungkin hari ini beta lagi kena angin yang baik, jadi bisa bikin postingan Insya Allah berisi, hehe. Yah intinya sama-sama berbagi lah…

Yah, sesuai judul di atas, beta pengen sedikit share soal yang namanya “problem” a.k.a “masalah”. Namanya juga hidup, yah pasti selalu nemui tuh “orang” (ngawur, problem disamakan dengan makhluk). Hidup adalah perjuangan, klo gak salah mah nih judul laginya dewa 19. Emang bener sih, yang namanya hidup pasti ada yang namanya perjuangan. Perjuangan untuk menjalani hidup itu sendiri, dan juga perjuangan untuk melalui setipa hal yang akan dan sedang dihadapi. Hal yang paling sering ditemui mungkin adalah “masalah”, M-A-S-A-L-A-H.

Hidup adalah ibadah, mungkin kalimat barusan juga bisa kita simpan dalam hati. Karena pada dasarnya tugas manusia yang telah diberikan hidup oleh Allah adalah untuk beribadah. Ibadah paling sederhana dalam hidup mungkin adalah menghargai kehidupan yang diberikan dan bersyukur atas apa yang kita miliki dalam hidup. Masalah yang terkadang akan menghampiri kita juga bisa dijadikan sarana untuk menambah amal, caranya?? Yah dengan menghadapinya dengan tabah, ikhlas, dan menghindari mengeluh terhadap setiap masalah. Soalnya, yang namanya masalah dan hal-hal lain yang ada di bumi ini adalah pemberian dari Yang Maha Kuasa. Mengeluh atas apa yang diberikan oleh-Nya sama saja dengan tidak menghargai pemberian-Nya.

Hhmm…. penyakit paling akut yang sering orang-orang lain alami (dan juga beta) saat menghadapi masalah adalah “terlalu banyak mengeluh”. Hayo…. yang sering ngeluh angkat tangan (beta ngikut angkat tangan), hedeh.. geleng-geleng aja dah beta. Memang bener sih, beta terkadang sering ngeluh klo udah kebingungan menghadapi sebuah persoalan. Bingungnya kenapa? Yah gara-gara gak nemu cara buat nyelesain tuh masalah (pegang kepala pake dua tangan).

Dan pada akhirnya kita sering berkeluh kesah sama orang lain perihal problem yang lagi kita alami. Curhat sana-curhat sini, tapi mandeg cuma sekedar buat curhat. Gak pernah ada niat buat minta solusi ataupun saran buat bantu nyelesain masalah yang kita alami. Kata kuncinya mungkin berhubungan sama yang namanya “egois” dan “malu”. Kita terkadang bertindak egois, gak mau denger pendapat orang lain seputar masalah yang kita hadapi. Kita selalu bersikeras punya cara sendiri untuk menghadapinya meskipun sebenarnya gak mampu. Malu? Ya malu lah klo minta bantuan bantuan berupa masukan. Malu dibilang gak bisa nyelesain masalahlah. Malu dibilang terlalu bergantung sama orang lain lah, dan malu-malu lainnya.

Kita (beta tentunya termasuk, haha) adalah makhluk sosial, hidup dalam keterkaitan satu sama lain dan tentu “bersaudara”. Adalah hal yang wajar jika pada suatu keadaan kita tidak dapat mengatasi sendiri. Meminta bantuan kepada orang lain adalah hal yang lumrah. Tak ada salahnya kita minta pendapat orang lain seputar masalah kita, daripada hanya jadi ajang curhat tanpa tujuan dan akhirnya GALAU bersama. Coba jadikan ajang curhat jadi tempat untuk meminta pendapat, meminta dukungan moril dan titik lompatan untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

Tapi….. tapi.. tapi.. tapi… (mulai lebay, wekk) ada syaratnya sebelum menjadikan curhat sebagai tempat meminta solusi. Pertama pastikan teman curhat kalian bisa dipercaya (klo sering jadi tempat curhat sih sudah pasti dipercaya, hihi). Kedua katakan sejujurnya seputar masalah kita, yah biar yang ngasih saran gak bingung mau bilang apa. Ketiga, setiap masukan yang diberikan teman sebaiknya dipikirkan masak-masak, pilih mana yang menurut kita paling mungkin dilakukan untuk saat ini….

Hmm… mungkin segini aja dulu postingan kali ini. Klo beta ada salah tulis mah, tolong ditegur (entah sejak kapan beta suka nulis “mah” dipostingan). Beta masih “anak-anak” yang mencari ilmu, jadi dengan ikhlas beta terima setiap masukan yang diberikan di blog ini (mudahan ada yang komen, hahaha). Keep write, wassalam.

Tinggalkan Balasan