Beta dan sesuatu yang disebut dengan hubungan

Malam…..

*ngomong dalam keadaan mengenaskan

Yang baca judul di atas pasti gak mengira kalau beta bakalan posting hal-hal beginian. Yah, sekali-kali curhat juga gak masalah kan? Yang bermasalah itu justru beta sendiri, XD

Kena angin apaan yah tiba-tiba beta kepikiran postingan gini. Apa gara-gara kehirup angin buangan (baca kentut) dari hewan-hewan peliharaan beta? entahlah, beta juga gak tau gimana caranya tuh hewan kentut.

Hubungan, atau apapun sebutan lainnya. Beta pasti juga pernah mengalami. Normal aja kan? Gak ada yang salah? Atau malah ada yang gak percaya?? *hedeh. Tapi yang jadi masalah, setiap hubungan yang beta bangun pasti berakhir mengenaskan.

Dari dulu, sejak masa-masa MTs (Madrasah Tsanawiyah, sekolah setingkat SMP) beta dikenal jarang mau dekat-dekat sama cewek. Beta takut, beta takut kalau-kalau nanti beta di-bully (otak beta mulai kacau, haha). Sebenarnya beta jarang mau berdekatan sama cewe gara-gara trauma di masa SD. Penyebab traumanya, keluarga beta sendiri. Bayangin aja, waktu SD beta sempat diisukan pacaran, gile bener. Boro-boro pacaran, ngomong sama cewe aja beta super jarang. Akhirnya, dengan brilian beta jadi takut deket sama cewe. Bahkan sampai sekarang masih rada-rada.

Eh, kalau beta takut sama cewe, berarti beta nyeritain soal hubungan beta sama apa? Sama cowo?? Tidaaaakkkk!! Beta masih normal, mau bukti? Kalau ada cewe yang lagi baca nih postingan, pacaran yuk!

Wkwkwkwkwk.

Stop! Stop! Lanjut ceritanya..

Beta juga punya yang namanya cinta pertama. Nah, berawal dari soal cinta pertama inilah nasib mengenaskan beta dalam berhubungan dimulai. Orang yang kurang beruntung jadi cinta pertama beta adalah teman beta sendiri saat SMA. Cewe pertama yang secara insting gak membuat beta mesti menghindar. Jarang-jarang beta bisa berkomunikasi dengan lancar sama cewe, hihi. Ini sebuah keajaiban.

Lama-lama, seperti kebanyak lelaki normal lainnya, beta mulai suka sama tuh cewe. Tapi mesti badan gede gini, beta gak berani ngungkapin langsung. Bukannya nanyain langsung, beta malah ngambil cara nyeleneh buat nyari info soal temen cewe beta tuh. Beta pura-pura suka sama salah satu cewe, terus minta-minta saran sama dia. Hedeh, caranya macam orang jatuh cinta tempo dulu, hahaha. Yang jelas beta akhirnya bisa terus-terusan komunikasi sama dia.

Terus, lama kelamaan beta juga gak bisa terus-terusan bohongi diri sendiri. Hingga akhirnya beta bulatin badan tekad buat ngasi tau temen cewe beta tuh. Sumpah, gara-gara hal itu beta jadi rada susah tidur. Hedeh.

Tapi…, takdir berkata lain. Sebelum beta sempat ngungkapin perasaan. Temen cewe beta tersebut mengalami kecelakan saat hendak berangkat ke sekolah. Beta gak tau kejadian itu karena dia gak ngebalas sms ataupun telpon beta. beta akhirnya dapat info dari temen beta keesokan harinya. Kabar tersebut memberi pukulan besar buat beta. betapa tidak, kabar yang beta dengar justru berita duka, cewe yang jadi cinta pertama beta meninggal dunia.

Pikiran beta seketika kacau. Kalian bisa bayangin sendiri kan gimana rasanya. Yang jelas, benar-benar kacau balau. Nyesek.

Dan hari itu, beta menyaksikan dengan mata kepala beta sendiri proses pemakamannya dia. Saat itulah beta terakhir kali melihatnya, dan saat itu juga beta pertama kali menangis selain saat kepergian orang tua beta.

Beta berusaha buat move-on, dan itu terjadi lebih dari beberapa tahun kemudian, saat beta kuliah. Alhamdulillah, bisa nemu lagi orang yang bisa bikin beta tertarik. Dan untungnya tuh orang mau menerima beta dengan segala kekurangan beta yang sudah pada tahap stadium akhir.

Awalnya, semua berjalan indah. Beta bahkan benar-benar serius menjadikan orang tersebut sebagai orang menemani beta nantinya. Ehm, ehem. Hihihi. Beta malah sampai lapor sama orang rumah perihal hubungan yang beta jalani. Gak nyangka juga orang rumah tiba-tiba setuju. Mungkin mereka akhirnya bahagia kalau beta sebentar lagi sukses menghapus tuduhan gak suka cewe yang beredar di kalangan keluarga, hedeh. -_-

But, lagi-lagi nasib beta tragis. Hubungan beta kembali kandas. Bahkan, walaupun beta benar-benar serius dalam hubungan tersebut, namun Tuhan berkata lain.

Setelah dipikir kembali, semua memang salah beta. Beta yang terlalu bergerak pelan. Beta yang terkesan gak serius baginya. Beta yang selalu membuat orang tersebut memulai terlebih dahulu. Yah, semua memang salah beta.

Aargrgghhhh…. mulai galau lagi inih. Yah, setelah menjalani hubungan tersebut. Beta mendapat beberapa pelajaran. Pelajaran bagi beta dan orang-orang lain yang akan atau sedang menjalin hubungan.

Pertama, kalau memang serius, tunjukkan. Jangan menunggu dia meminta, tapi jadilah yang pertama memberi.

Kedua, perempuan itu memang susah dipahami, tapi mereka sangat pengertian. Jadi, jangan sia-siakan pengertian mereka.

Dan yang terakhir, ketiga, jangan pernah menyakiti mereka. Karena meski mereka memaafkan, mereka tetap akan ingat semuanya.

Yah, selesai curhat beta. Silakan ketawa bagi yang gak nyangka beta bakalan curhat. Atau mungkin silakan muntah kalau curhat beta terdengar menjijikan.

Selamat merenungi.

*Galau di sudut ruangan.

19 Comments

Tinggalkan Balasan