Anime Review : Chunnibyou demo Koi ga Shitai

Yah yah yah…. Akhirnya postingan pertama Betasmind Anime Review bisa kelar. Meski dengan perjuangan yang panjang, gue bersyukur neh postingan bisa diselesaikan. Berhubung lagi keperangkap kesibukan super berat di kehidupan nyata, hasilnya, mesti nyicil nulis postingan tiap harinya.

Gak usah basa-basi, soalnya gue rasa lo juga gak minat denger cerita gue, haha. Anime pertama yang gue review adalah salah satu anime yang rilis pada Musim Gugur tahun 2012 kemarin. Anime yang menurut gue memiliki ide cerita yang lumayan unik. Kenapa jadi unik??? Soalnya gue rasa, lo semua pasti pernah ngalamin hal-hal yang terjadi dalam tuh anime. Penasaran??? Penasaran??? Yah itulah Chunnibyou demo Koi ga Shitai! Anime rilisan rumah produksi Kyoto Animation (KyoAni).

Tema utama anime ini adalah tentang “penyakit” yang udah pasti pernah lo alamin semasa hidup lo. Di dalam anime ini, tuh “penyakit” disebut dengan “Chunnibyou” atau Sindrom Kelas Delapan. Sindrom yang dimaksud adalah masa di mana kita pernah berkhayal atau berpikiran kalau dalam diri kita terdapat sebuah kekuatan yang tak biasa, baik itu kekuatan super, esper atau kekuatan lainnya. Kebanyakan dipengaruhi kekaguman sama tokoh super hero atau pahlawan tertentu. Jadinya, para pengidap berkhayal dan bahkan bersikap layaknya seorang Hero.

Hayo… hayoo…. lo semua pada ngaku dah, pasti lo pernah merasa kayak gitu juga. Setidak-tidaknya semasa SD atau jangan-jangan ada yang mengidapnya sampai masa SMA atau sampai udah tua kayak gue gini, hahahha. Jangan malu… jangan malu…. berkhayal itu kan salah satu wujud kreatifitas (meski gak semuanya) wkwkwkwkwk.

Plot

Cerita dimulai dengan kemunculan tokoh utama, Togashi Yuuta mantan pengidap Chunnibyou yang bener-bener niat ngelupain masa lalunya sewaktu mengidap Chunnibyou. Pada saat itu, dia akan memulai kehidupan baru di SMA dengan target : memiliki teman dan dapat hidup normal sebagai seorang pelajar. Namun, tujuannya untuk hidup normal terancam hancur total saat ia bertemu denganTakanashi Rikka, pengidap Chunnibyou yang masih belum sembuh meski sudah masuk SMA. Takut tujuannya hancur, Yuuta mencoba menghindari Rikka sebisa mungkin. Tetapi, ternyata Rikka mengetahui masa lalu Yuuta semasa mengidap Chunnibyou.

Rikka, mencoba mendirikan klub baru di sekolah sebagai tempat baginya mengungkap “Misteri Cakrawala Bawah” yang tidak dimengerti oleh Yuuta. Dengan berbagai hal yang terjadi, Rikka akhirnya berhasil mendirikan klub “Lembaga Sihir Oriental” atau apalah itu artinya, hahaha. Beberapa siswa lain akhirnya ikut bergabung ke dalam klub, meski dengan alasan-alasan berbeda dan sedikit aneh. Siswa-siswa itu antara lain, Tsuyuri Kumin kakak kelas Rikka dan Yuuta, Dekomori Sanaemurid SMP yang menjadi pengikut setia Rikka, Nibutani Shinka siswi paling populer di kelas Yuuta dan Isshiki Makoto teman sekelas Yuuta dan Rikka.

Seiring waktu berjalan, berbagai kejadian “tak lazim” dan konyol menghampiri klub. Dan secara bersamaan, alasan Rikka mengidap Chunnibyou sedikit demi sedikit mulai terungkap. Cakrawala Bawah yang sering disebut-sebut Rikka ternyata ada hubungannya dengan masa lalu yang ia miliki. Yuuta dan yang lain akhirnya membantu Rikka mengungkap misteri cakrawala bawah itu bersama-sama.

Karakter

Togashi Yuuta

Siswa SMA yang berkeinginan membuang kenangan masa lalunya yang bisa dibilang “menyedihkan”. Bagaimana tidak, ia mengidap Chunnibyou, berperilaku layak seorang yang memiliki kekuatan kegelapan dengan nama, Dark Flame Master. Ia merasa begitu malu mengingat masa lalunya yang suram (bahkan sampai berguling-guling dan membenturkan kepala ke dinding saking malunya). Ia hampir tak memiliki teman saat SMP gara-gara perilaku anehnya, apalagi saat perkenalan, ia bertingkah sok keren dengan menyebutkan bahwa ia tak bisa melepas perban di tangannya, karena akan melepaskan kekuatan naga kegelapan. Di dalam kamarnya terdapat setumpuk barang-barangnya semasa mengidap Chunnibyou dulu, mulai dari pedang, jubah, pistol dan lain-lain. Gue kayaknya juga bakalan malu sendiri klo dalam keadaan yang sama seperti Yuuta, gue serasa pengen lenyap dari muka bumi.

Takanashi Rikka

Teman sekelas Yuuta yang sampai saat ini masih mengidap Chunnibyou. Pertama kali bertemu dengan Yuuta saat ia mencoba turun dari lantai atas apartemen (berhubung satu apartemen dengan Yuuta). “Memiliki” Jaou Shingan, atau mata iblis di sebelah kanan yang sering ditutupinya dengan pelindung mata. Ia takut pada kakaknya, Takanashi Touka, yang sering ia sebut sebagai Penyihir Cakrawala atas. Jadi jangan heran, klo sering terjadi adegan perkelahian konyol antara keduanya.

Rikka memiliki sebuah rahasia terkait masa lalunya yang memiliki keterkaitan dengan yang Chunnibyou yang diidapnya dan juga dengan Yuuta. Keinginan terbesarnya adalah mencari teman yang mampu membantunya menemukan cakrawala bawah, dan ia menjatuhkannya pada Dark Flame Master, a.k.a Yuuta.

Tsuyuri Kumin

Kakak kelas Rikka dan Yuuta yang pada awalnya ingin membentuk klub “Tidur Siang”. Usahanya mendirikan klub ini telah dimulai sejak masih kelas 1, tapi masih belum mendapatkan anggota hingga sekarang (wajar aja, klubnya aneh kayak gitu, ternyata ada yang sampai mikir buat bikin klub tidur siang). Hobinya memang tidur siang, gak peduli di manapun tempatnya (pernah tidur di halaman sekolah, ckckckck). Meski kurang mengerti mengenai apa yang terjadi dengan Rikka dan yang lainnya, Kumin-senpai kayaknya merasa begitu senang berada di dalam klub yang dibentuk Rikka (meski kebanyakan dianya juga cuma numpang tidur siang di ruangan klub).

Dekomori Sanae

Pengikut setia Rikka, tampilannya terlihat begitu menonjol dengan rambut panjang dikuncir yang di ujungnya entah dipakein apa (malah bisa berfungsi sebagai senjata). Sanae (di anime lebih sering dipanggil Dekomori) sebenarnya murid SMP yang masih berada satu bagian dengan SMA Rikka (entah kenapa siswi SMP bisa gabung klub SMA). Ia bisa dibilang siswi yang jenius di pelajaran matematika. Pada saat Rikka menghadapi masalah dengan ujian matematika, Yuuta pernah mengujinya dengan sebuah pertanyaan, dan pertanyaannya bisa dijawab dengan mudah, sugoiiii…….

Nibutani Shinka

Teman sekelas Yuuta dan Rikka. Siswi paling favorit di kelas berdasarkan hasil pemilihan siswa laki-laki satu kelas (pada akhirnya pemilihan ini menuai masalah, hahaha). Awalnya Shinka digambarkan sebagai siswi cantik yang baik hati dan pandai bergaul, tetapi ternyata ia menyimpan rahasia tersendiri. Shinka ternyata juga pengidap Chunnibyou saat SMP, terobsesi dengan kekuatan supranatural dan menamai dirinya, Forest Summer. Ia sangat ingin membakar buku catatan yang dimiliki oleh Dekomori (berhubung seluruh isinya adalah hasil postingan di forum yang ditulis oleh dirinya).

Isshiki Makoto

Teman satu kelas Yuuta (yang ternyata ngadain pemilihan cewek favorit di kelas. Ia begitu terobsesi untuk menjadi seorang “pria populer” di sekolah (karena itu memilih bergabung klub musik meski gak bisa mainin alat apapun). Ia pernah dikirimi surat “cinta” oleh seseorang, tapi tak pernah terungkap siapa pengirimnya (terlebih gara-gara kasus pemilihan cewek populer terungkap). Sepertinya Makoto tertarik dengan Kumin-senpai (hhmm…hhmmm…, wajar, Kumin-senpai kan lumayan Kawaiiii…..).

Takanashi Touka

Kakak perempuan Rikka yang tinggal di lantai atas apartemen Yuuta. Meski jarang tampil, karakter satu ini bisa dibilang karakter yang unik. Bersikap layaknya perempuan dewasa (bahkan saat bermain ruma-rumahan dengan adiknya Yuuta, sampai acara perceraian segala). Touka bisa dibilang seorang koki handal. Hal ini terlihat saat ia makan sebuah hidangan di rumah makan, ia menyebut hidangan itu tak memiliki rasa, dan juga surat pelatihan koki di sebuah restoran di Itali yang ditunjukkannya pada Yuuta.

Tsukumo Nanase

Guru wali kelas Yuuta dan Rikka. Bener-bener guru yang mampu mengatasi keadaan. Terlihat saat ia menghadapi Rikka yang berpura-pura memiliki kepribadian ganda.

Togashi Kuzuha

Adik perempuan Yuuta yang terlihat bertingkap agak dewasa. Ia terlihat sering membersikahkan rumah dan menyiapkan makanan. Jauh terlihat lebih berperilaku dewasa dibanding ibunya sendiri.

Togashi Yumeha

Adik paling kecil Yuuta. Sepertinya begitu akrab dengan Touka, karena sering main rumah-rumahan berdua.

Ibu Togashi

Ibu Togashi bersaudara, begitu jarang tampil (mungkin gara-gara kerja, haahahha) terlihat sedikit kurang dewasa (yailah, bangun kesiangan, sampai-sampai yang nyiapin makanan si Kuzuha).

Penilaian Betasmind

Hhmmm….. gimana ya…… overall, gue bisa bilang anime ini memiliki plot yang bagus. Ide tentang Chunnibyou bisa dibilang cukup unik. Apalagi, dalam anime ini ditambahkan unsur-unsur humor dan adegan aksi layaknya anime fantasy (beneran fantasi/ngayal, hahaha). Sedikit banyak memberikan gambaran bagaimana pengidap Chunnibyou menghadapi kehidupannya. (bisa dibilang jadi referensi buat lo yang pernah ngidap sindrom serupa, hahaha).

Artworknya terbilang cukup bagus, yang paling gue suka adalah sifat dari para karakter yang terbilang “menggilitik”. Buat yang suka anime dengan genre komedi, sekolah dan roman gue saranin buat nonton anime ini. Ternyata ada unsur romannya ya??? Gomen, gue lupa bilang, sebenarnya ada sedikit bumbu roman di anime ini. Gue yakin, lo bisa nebak, siapa aja yang terlibat.

Yang berminat nonton anime ini tapi kesulitan nyari ato download bisa gue bantu. Cukup email, mention, tulis wall ato sms gue, ntar gue kasih, gratis, gak pake bayar-bayar…. (paling cuman ongkir klo tempatnya kejauhan, hahahaha)

One Comment

Tinggalkan Balasan